Wednesday, 10 September 2014

lanjutan gombal sesat

gombal 4:

aku selalu sedih ketika jam menunjukkan pukul enam kosong kosong
ketika sepeda bermesin itu memisahkan kita
namun aku selalu senang ketika jam menunjukkan pukul enam lima belas
karena pada akhirnya kita saling bergandengan kembali

#edisi naik ojek

gombal 5:
aku kembali sedih ketika kereta yg kita tumpangi sampai di manggarai
kamu dan aku harus menempuh jarak dan waktu yang berbeda
tapi apapun itu kuucapkan selamat bekerja suamiku
bekerjalah dengan bahagia karena doaku selalu menyertaimu

#edisi doa ibu


gombal 6:
kulangkahkan kakiku di peron 1
kujejakkan kakiku di sudut jalan gondangdia
kulebarkan mataku mencari benda besar hijau lumut
kutajamkan pendengaranku pada bunyinya yang khas
kututup hidungku dari asap debu dan polusi
ahey, akhirnya dia datang juga

#edisi kopaja

No comments:

Post a Comment

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...