Monday, 19 May 2014

with gluten or gluten free

haiooooo...


sebenernya nulis ini karena terinspirasi dari postingan beberapa temen di p*th..
(yg kmrn gw blg si P ini males bgt.. tapi tetep dibuka juga.. huft bgt deh gw :p)

jadi kan temen2 gw ini ternyata banyak yang concern ama kesehatan yaaa
truuus.. biasa nih di path.. suka posting2,, entah makanan,, entah minuman, yg menurut sang penjual itu adalah makanan atau minuman sehat..
cuman yang agak mengganggu pikiran gw adalah saat beberapa temen gw posting tentang "gluten free"

duluu.. sebelum heboh banget disini tentang gluten free.. gw pernah nonton suatu acara tivi..
kalo ga salah acaranya namanya supermarket superstar deh..
nah di salah satu episodenya ada ibu2 gitu,, anaknya itu alergi gluten.. jadilah di bikin kue yg gluten free..sampe akhirnya ibu itu menang di episode itu, dan produknya dikembangin buat dipasarkan di seluruh supermarket di amrik sono..

duluu.. gw pikir gluten itu adalah gula.. jadi gluten free itu sama dengan sugar free..
jadilah gw berpikir kalo makanan yg gluten free itu lebih sehat.. karena kandungan gulanya sedikit..
truss.. melanjutkan my sotoy opinion.. gw masih berpikir kalo gluten free itu asal kata dr glukosa/glucose free.. yeaah something like that..
parahnya ternyata yg berpikir kalo gluten itu sama dengan gula bukan cuma gw..
tapi ada beberapa temen gw juga...
dan.. kita smua salah.. tet tot!

jadi, gara2 temen gw posting di path itu, gw jadi kepikiran buat nyari tau apa sih gluten itu..
dan ternyataaaaa.... eng ing eng nih..

menurut wikipedia :
Gluten adalah campuran amorf (bentuk tak beraturan) dari protein yang terkandung bersama pati dalam endosperma (dan juga tepung yang dibuat darinya) beberapa serealia, terutama gandumgandum hitam, dan jelai. Dari ketiganya, gandumlah yang paling tinggi kandungan glutennya. Kandungan gluten dapat mencapai 80% dari total protein dalam tepung, dan terdiri dari protein gliadin dan glutenin. Gluten membuat adonan kenyal dan dapat mengembang karena bersifat kedap udara.[1]
Gluten dapat digunakan untuk membuat daging imitasi (terutama daging bebek) untuk hidangan vegetarian dan vegan. Tepung roti banyak mengandung gluten, sementara tepung kue lebih sedikit. Ada sejumlah orang yang tidak dapat mengonsumsi gluten karena reaksi daya tahan tubuh merusak dinding usus halus, dan hanya dapat ditangani bila penderita tidak makan gluten seumur hidup.


jadi, gluten itu adalah bukan gula sama sekali sodara-sodara.. tapi merupakan protein yang berasal dari serealia atau biji2an.. terutama paling banyak ditemukan di gandum!
biasanya gluten ini banyak dipakai untuk bakery, karena gluten ini bisa membuat roti kenyal dan elastis (lentur) ketika dibentuk.. jadi sebenernya gluten ini tuh berguna loh...

truus.. kenapa sekarang ini banyak banget produk dengan label "gluten free"?
ternyataa.. gluten ini bisa berakibat bahaya untuk orang yang punya celiac disease..

menurut http://galerydiet.blogspot.com/2010/06/gluten-free-diet.html

 Pengidap Celiac disease memiliki respon tubuh yang peka terhadap beberapa jenis nutrien yang susah diserap oleh tubuh orang normal, khususnya sangat peka terhadap nutrien jenis gluten. Mengkonsumsi gluten bagi penderita ini dapat merusak usus kecil dalam tubuh perlahan. Bukan hanya pengidap celiac disease, banyak ahli juga menyarankan penderita AUTIS juga menghindari susu berprotein tinggi dan manakan/minuman mengandung gluten.

Ciri-ciri penderita Celiac disease antara lain mengenai masalah pencernaan seperti perut mudah merasa kembung kemudian anemia, kelelahan hingga depresi. Untuk mengetahui apakah seseorang mengidap celiac disease lebih lanjut disarankan melalui tes labolatorium.


lebih lanjut, menurut http://kulinologi.blogspot.com/2009/05/gluten.html

Popularitas buruk diraih gluten, karena konsumsinya menimbulkan efek buruk pada beberapa orang yang sensitif terhadap gluten. Efek buruk ini bisa berupa gangguan kulit(gatal-gatal dan eksim), gangguan pencernaan (kram perut, konstipasi, mual dan muntah), pusing, lemas, serta gangguan pernafasan. Penderita autisme juga disarankan untuk menjauhi konsumsi gluten.
Bagi penderita autisme, gluten dianggap sebagai racun karena tubuh penderita autis tidak menghasilkan enzim untuk mencerna jenis protein ini. Akibatnya, protein yang tidak tercerna ini akan diubah menjadi komponen kimia yang disebut opioid atau opiate yang bekerja sebagai toksin (racun) yang dapat mengganggu fungsi otak dan sistem imunitas serta menimbulkan gangguan perilaku. The Autistic Network For Dietary Intervention – Amerika, menyarankan agar penderitaan gangguan perilaku yang terkait dengan gangguan pencernaan seperti autisme, menjalani diet bebas gluten selama minimal 6 bulan.


nah, jadii buat kita2 yang ga punya celiac disease atau autis.. ya gapapa dong buat makan produk yang mengandung gluten..

menurut hemat gw, pemberitaan gluten free ini efeknya sama kaya makanan2 yg berlabel sugar free atau low-fat.. bla bla bla.. yang setelah selidik demi selidik ternyata ga segitu bergunanya untuk kesehatan.. malah kadang dimanfaatkan sama produsen yang bertanggung jawab untuk menarik konsumen (terutama wanita) yang sedang diet.

lebih lanjut, kita sebagai konsumen sekarang harus lebih jeli lagi buat memilah milih mana yg cocok buat tubuh kita..


have a good day palss ^_^



No comments:

Post a Comment

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...