Monday, 28 February 2011

penderita dispepsia

udah 2 tahun ini pencernaan gw buruk bgt..
kata dokter gw kena dispepsia...
menurut http://health.detik.com :

Gangguan pencernaan - juga disebut dispepsia atau sakit perut - adalah istilah umum yang menggambarkan ketidaknyamanan di perut bagian atas. Gangguan pencernaan bukanlahpenyakit, melainkan kumpulan gejala, termasuk kembung, bersendawa dan mual. Meskipun gangguan pencernaan umum dirasakan orang, tiap orang mengalami gangguan pencernaan yang berbeda-beda. 

Gejala
Banyak orang dengan gangguan pencernaan memiliki satu atau lebih dari gejala berikut:
* Merasa sudah kenyang makan meski yang dimakan relatif sedikit. 
* Rasa kenyang yang berlangsung relatif lama.
* Sakit di perut bagian atas. Rasa sakit ringan sampai berat timbul di daerah antara bagian bawah tulang dada (sternum) dan pusar.
* Sensasi panas di perut bagian atas.

Gejala lain yang sering mengikuti, antara lain:
* Mual
* Perut terasa bengkak, keras dan tidak nyaman. 

#dari semua gejala diatas gw masuk smua..seriusan perut rasanya gede bgt..sebah bgt
slaen emang gendut juga emang kembung..
look :

gede bgt kan perutnya?
udah gede..keras bgt pula..
Perawatan
Perawatan dapat dilakukan dengan mengubah gaya hidup - terutama menghindari makanan yang berpotensi mengganggu pencernaan. Perawatan lain adalah dengan obat. Sebagian besar obat tersebut dirancang untuk mengurangi asam lambung atau membantu mendorong makanan dari lambung ke usus kecil.



slain ituu..menurut sumber dari http://www.mediaindonesia.com, mesti gini juga:

1. Perbanyak konsumsi serat setiap hari

Serat tidak hanya berfungsi mencegah gangguan pencernaan tetapi juga penting bagi kesehatan tubuh secara umum. Anda dianjurkan untuk mengonsumsi serat sebanyak 10-15 gram sehari. Anda bisa menambah asupan serat dengan menambah konsumsi sayur, buah, sereal whole grain, serta kacang-kacangan yang kaya akan serat.

Selain itu, pastikan Anda membatasi makanan cepat saji, daging merah, dan makanan-makanan kaya lemak yang merupakan pemicu gangguan pencernaan. Di samping itu, batasi juga makanan yang banyak mengandung gas seperti brokoli, kedelai, kol, kol bunga serta minuman-minuman berkarbonasi. Dan jangan lupa perbanyak minum air. Air berfungsi untuk membasahi makanan dalam saluran pencernaan, membantu memecah mineral, vitamin dan nutrisi sehingga mempermudah proses penyerapan dan menjaga kecukupan air agar terhindar dari masalah konstipasi.

2. Jangan lupa mengunyah dan mengurangi porsi

Mengunyah merupakan salah satu bagian terpenting dalam proses pencernaan, tapi seringkali dilupakan. Mengunyah tidak hanya membantu memecah makanan, tetapi juga memberi sinyal pada kelenjar saliva, lambung dan usus halus untuk mulai melepaskan enzim-enzim pencernaan.

Tapi, pastikan juga Anda tidak makan berlebih. Tubuh hanya mempunyai sejumlah enzim pencernaan yang mungkin saja tidak cukup untuk mencerna tambahan makanan. Selain itu, porsi makan besar berarti lambung harus memproduksi lebih banyak asam untuk membantu mencerna makanan. Ini akan meningkatkan kemungkinan Anda mengalami gangguan pencernaan.

3. Olahraga teratur dan hindari stres

Olahraga, sebagai bagian dari gaya hidup sehat, bisa membantu Anda mencegah masalah pencernaan. Sebuah penelitian ilmiah yang dipublikasikan di jurnal Clinical Gastroenterology and Hepatology, seperti yang dikutip situs askmen menemukan, aktivitas fisik bisa mengurangi banyak gangguan pencernaan. Dalam studi ini, para peneliti menemukan hubungan antara obesitas, kurang olahraga, rasa sakit di perut, diare, dan gejala-gejala gangguan usus.

Di sisi lain, stres juga berpengaruh buruk terhadap sistem pencernaan. Tubuh akan merespon stres dengan cara mengurangi aliran darah ke perut dan menurunkan produksi enzim-enzim pencernaan, serta memperlambat proses pencernaan. Akibatnya, Anda akan merasa perut kembung dan juga memicu konstipasi.

4. Batasi penggunaan zat anti asam (antacid)

Asam dalam lambung berfungsi membantu tubuh mencerna makanan. Akan tetapi, pada beberapa kasus, asam bisa naik ke kerongkongan sehingga menyebabkan sensasi seperti terbakar. Saat ini terjadi, mungkin yang terpikir oleh Anda adalah antacid yang dijual bebas di apotik, untuk menetralkan asam. Akan tetapi, jika digunakan berlebih, antacid bisa menyebabkan lambung kehilangan keasamannya. Hal ini tentunya akan melumpuhkan fungsi sistem pencernaan dan membuat Anda mudah terinfeksi.

5. Suplemen enzim pencernaan

Enzim-enzim pencernaan yang berasal dari tumbuhan bisa membantu menjaga kesehatan pencernaan dan menguatkan penyerapan nutrisi. Jika Anda kekurangan enzim-enzim pencernaan akibat diet dan kesehatan yang kurang baik, maka suplemen enzim ini bisa menjadi pilihan untuk mengurangi gejala gangguan pencernaan. Tapi, pastikan dulu berkonsultasi dengan dokter. 

No comments:

Post a Comment

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...